Minggu, 02 Februari 2014

Antara Kerudung, Jilbab, Hijab, Burqa, Khimar dan Niqab

  
Melihat gambar di atas, mengingatkan saya dengan maraknya hijaber-hijaber dengan coraknya masing-masing. Dan saya sedikit teringat dengan perjalanan hidup saya untuk menutup aurat. Hampir sebulan terakhir saya mengingat-ingat hal tersebut karena ternyata pengetahuan saya terkait kain penutup aurat tidak serta merta saya dapatkan ilmunya secara langsung namun penuh perjalanan, pelajaran dan dinamika setiap fasenya sampai akhirnya pada fase saat ini, yakni saya masih belajar mengenakan kain/selendang penutup aurat sebatas yang namanya khimar.

Saya kecil hanya mengenal kerudung dan jilbab karena hanya 2 kata itulah yang ibu saya kabarkan dan peringatkan kepada saya. Dan pengetahuan saya waktu itupun ternyata belum seutuhnya benar karena yang saya tahu waktu kecil kerudung adalah kain penutup aurat dari kaos/jersey atau orang-orang akrab dengan bergo dan dulu saya artikan jilbab yakni kain/ penutup aurat yang modelnya dari kain berbentuk segi empat atau bentuk lainnya(non jersey) namun harus menggunakan bantuan peniti/jarum pentul untuk mengenakannya. Apapun bentuknya(mau size XS sampai XXL) saya selalu mengartikan bahwa itu semua adalah alat untuk menutup aurat dan semua itu ternyata masih belum seutuhnya benar karena pakaian yang saya kenakanpun waktu itu hanya sebatas pakaian yang longgar dan masih menyerupai pakaian lelaki(celana komprang).

Dari fenomena melejitnya style2 di dunia jilbab yang kemudian melahirkan hijaber kenamaan di negeri ini, terlebih saya sedikit terusik dengan pendapat teman yang menyebutkan nama salah seorang stylish hijaber kenamaan yang menyatakan bahwa dakwah itu bisa dilakukan seperti "si X". Namun dari pernyataan teman saya tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam benak saya, apa iya hijaber seperti itu efektif untuk dakwah? Apakah style hijaber sesuai dengan syar'i? melihat banyaknya buku dan fashion show hijaber serta wajah hijaber di berbagai media untuk memamerkan kreasi mereka yang tentunya dengan dandanan yang bagi saya sulit untuk saya ikuti, hal ini terus mengganggu pikiran saya dan membuat keinginan saya semakin tinggi untuk mencari tahu  arti/ makna sesungguhnya dari berbagai macam istilah penutup aurat, manakah istilah yang mungkin lebih sesuai/mendekati kain penutup aurat yang sesuai dengan syar'iat. 

Setelah saya coba browse dan tanya tentang apa si makna sebenarnya dari kain penutup aurat tersebut? Berikut beberapa penjelasan terkait beberapa ulasan arti mengenai penutup aurat.

Dalam Al Quran, disebutkan tentang kewajiban manusia meutupi auratnya baik itu wanita dan laki-laki dan berikut ayat yang menyebutkan wajibnya seorang wanita menutup auratnya. Disebutkan dalam 

  • #Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 59 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw
  • Ada waktu mereka meminta suatu brg pd istri Nabi Saw utk memintanya dari balik hijab. Jadi, #Hijab berarti umum, bisa berupa tirai pembatas,dll
  • Sehingga memang terkadang kata #Hijab dimaksudkn utk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adl sesuatu yg mnutupi atau menghalangi dirinya
  • #Hijab biasa juga digunakan sebagai pembatas interaksi saat sedang syuro. Pernah lihat ada yg rapat dgn menggunakan #Hijab? :’)
  • #Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. :’)
  • Dlm hal ini Syaikh Al Bani rahimahullah mgatakan, “Setiap #Jilbab adalah #Hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yg tampak.”
  • lanjut ke #Jilbab. Hal ini tertuang dlm perintah Allah > Al-Ahzab ayat 59 “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke sluruh tubuh mereka…”
  • Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, akan kita dapati pengertian #jilbab seperti berikut :
  • “ #Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya.”
  • Dapat kita ambil kesimpulan bahwa #jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh :’)
  • Sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: “Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh.” Kecuali Wajah dan telapak tangan :’)
  • Adapun #jilbab dalam surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.
  • Sudah terlihat jelas Shalihat, perbedaan antara #Hijab dan #Jilbab? Maka kembalikan pada kata asalnya dlm Al-Ahzab : 59. Berjilbablah :’)
  • Kemudian #Khimar, ini yg biasa disebut dgn #Kerudung. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Buka yuk :’)
  • #Khimar atau kerudung adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy, 1991)
  • Jadi jelas perbedaan antara #Hijab#Jilbab & #Khimar / #kerudung.. yg masih belum longgar & menutup seluruhnya brarti baru berkhimar :’)
  • Karna #Jilbab tak sekedar penutup kepala hingga menutupi dada, ia melindungi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan :’)

Mungkin itu dulu nukilan-nukilan yang harus kita recheck teman ukhti & girls semuanya. Semoga bisa menmabah khasanah kita untuk bisa menyempurnakan kain penutup aurat kita dan menunjukkan ketaqwaan kita dengan total. Semoga sharing tentang #Hijab#Jilbab#Khimar & #Kerudung bermanfaat. Tentunya yang benar dari Allah, yang salah dari saya :) 
Syukron katsiron