Jumat, 02 Desember 2011

indah karena gelombang

Gelombang wavelet memiliki nilai frekuensi dan amplitudo yang tidak tertahan pada sebuah daerah terntentu, jadi dia bisa fleksibe dan mengikuti alur sebuah sinyal dengan baik (jiah keinget mw kasih materi atau curhat nie jeng?). dari dulu kepengin banget curhat di blog, tpi g pernah kesampean. hari ini gue berharap bisa tumpahin banyak hal yang belakangan  actually merenggut kebebasan personalku dan al hasil membuat kejiwaanku sedikit terganggu(haaa,ababil dikit, mumpung masih single).

Rabu, 28 September 2011

lulus melahirkan keluarga wavelet

26-09-11 the great day for me and my friend at attack wavelet family...
alhamdulillah akhirnya dinyatakan lulus.
lanjut masa revisi yg ternyata lebih menyusahkan,hmmm
tapi inilah hidup, bukan hidup klo gda belokan,haa

belokan? tikungan kalee...
ya itulah. proses yg hampir berjalan 2tahun dengan perkuliahan total hampir 5 tahun, dinyatakan sukses atau gagal dlm 2jam, sebuah cerita indah untuk masa depan.
kata orang sidang adalah hal spesial namun pasti terjadi, aku yakin itu, namun aku sesali bahwa perjalanan kelulusanku banyak mengakibatkan hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya,, unpredicable and make trouble my live. lagi kaya gini rasanya pengen nyanyi bareng nada'problema'.


Jumat, 12 Agustus 2011

dosen untuk bersama

belajar dari pengalaman sang akhwat yang akrab saya panggil 'mutiara asoyy', banyak belajar tentang arti hidup dan kebersamaan. hidup tak akan terasa indah tanpa adanya tantangan bahkan tantangan. karena warna hidup kadang dan bahkan sebenarnya ddatang karena adanya dua hal tadi. itu hal yang memang layak adanya dan merupakan kesatuan aksi dan reaksi.
namun ada beberapa orang yang menganggap hidup itu terhambat, tak nyaman karena adanya tantangan dan halangan yang ada, padahal itu hanyalah alibi karena ketidak berdayaannya menghadapi dua hal tadi. kebanyakan kita memang ingin menikmati hidup atas dasar apa yang membuat kita senang dan tidak mnjadi beban atas kebiasaan, padahal ketika kita mampu melewati hal- hali d luar kebiasaan itu bakalan menjadi suatu hal yang luar biasa karena bisa jadi itu adlaha sebuah hal yang luar biasa dalam hidup kita.

Selasa, 05 Juli 2011

kekuatan karena adanya dorongan atau tarikan dari luar

bola melayang karena adanya dorongan yang kuat dari pemain bola. grobak tanah jalan, karena adanya tarikan dari si penarik terkait. sama aja kayak manusia, dia ga akan bergerak jika tidak mendapatkan stimulan atau daya dari luar baik tarikan atau dorongan. itu mengandung makna bahwa kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari lingkungan sekitar.
pernah denger orang bijak berkata begini, 'orang yang tidak mau berusaha artinya bohong, orang yang tidak mau  berdoa artinya sombong'. sama halnya dengan manusia yang merasa bahwa dirinya mampu menaklukan semua hal tanpa ada rasa keterbutuhan dengan saudaranya, sama halnya dengan orang yang SOMBONG! gede mungkin karyanya, tapi MANFAATNYA NIHIL NOL BESAR.

Kamis, 30 Juni 2011

karena manusia, bukan malalikat

dengan mudah sering kita mendengar keluhan, kenapa begini ga gitu aja si?! atau kadang kita sndiri yg ngeluh, "ko gitu sih! kok gini sih!.. namanya juga manusia, BUKAN malaikat, dan saya sangat yakin g ada manusia setengah DEWA.

Minggu, 22 Mei 2011

ingatkanku tentangmu

hari-hari merasakan betapa tidak produktif, ibadah terasa hambar, aktivitaspun tak selezat biasanya...
itulah awalnya,,banyak kejadian yang ku rasa mendidikku menjadi seseorang yang tak peduli, tak mau tahu...
tempat yang pertama kali aku merasakan betapa indahnya ukhuwah, betapa besar pengorbanan yang memang mesti kita berikan, betapa besar kelapangan yang harus diberikan sebagai seorang sahabat, adik dan sekarang aku menjadi seorang kakak bahkan sebagai seorang yang paling tua dan semoga bisa dituakan...
disinilah aku memulai mengenal hidup, bahwa relatifitas n sensitifitas sangat dekat dengan kehidupan manusia...

tempat mengenal kesahajaan hidup "wisma". hampir 5 tahun d wsma, baru merasakan bahkan mungkin t'sadar berkedudukan sebagai orang yg d tuakan n memang saatnya di tuntut dewasa...
d usia yang hampir menginjak usia 23, jadi semangat untuk saya belajar lebih dewasa, belajar lebih halus, lembut, belajar memperhatikna n belajar mendidik dengan pembelajaran yang baik, tak lain dan tak salah adalah karena saya harus mampu mempersiapkan diri untuk menjalani tugas pasca kampus, yakni berkedudukan sebagai"wanita dewasa atau bahkan sebagai ibu dan pembimbing dalam rumah tangga"

mendengar forwad message tadi pagi, awalnya biasa, namun ingat dengan proses yang sedang berjalan, mengingatkan saya, apakah saya bisa sebagik atau lebih jauh baik dari beliau?? hmmm, belum smpt saya dberi wktu brtemu, bliau ibu dari 13 anak yang insyaAlloh shalih n shalihah Ustdh.Yoyoh Yusroh syahid dalam perjalanan pulang pasca ikut serta dalam wisuda putri beliau di UGM.

belajar dari almarhumah yang luar biasa bagaimana mendidik ke-13 anaknya dengan baik, ketika dia merasa bahwa jumlah anak yang cukup banyak merupakan anugerah Allah SWT dan bukan membuatnya repot melainkan banyak terbantu. itulah kesuksesan beliau dimana bukannya keteteran namun dengan penanaman kemandirian sejak dini, mampu menanamkan rasa hormat dan menghargai pada setiap putra-putrinya...
banyak hal indah yang tak dapat saya ungkapkan karena jujur bagi saya, walaupun belum pernah bertemu langsung, saya sangat yakin karena kekuatan keinginan yang baik serta do'a, beliau n suami mampu membimbing putra-ptrinya dengan baik bahkan putra beliau yg berumur 15th pun sudah menghafal Al-Quran. luar biasa untuk dibayangkan dalam kondisi kehidupan saat ini...

dari kabar duka hari ini saya banyak belajar tentang arti hidup. begitupun dengan kehidupan yang sedang saya jalani, rasanya ingin sekali saya jujur ttg hal ini pada semua akhwat n wanita di dunia ini. sebuah refleksi dan sebuah teguran untuk semua akhwat n wanita di dunia ini, apalagi bagi mereka yang mengaku "aktivis", tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah berusaha mencoba menyayangi diri kita sendiri dengan menyayangi orang lain? di zaman saat ini, mungkin mudah untuk menghitung dengan jari berapa banyak wanita yg belajar mencintai diri pribadi dengan mencintai orang lain..
saat ini mereka cenderung dengan kesenangan mereka sendiri, tak peduli dengan orang lain bahkan kepentingan bersama.miris banget rasanya dengan kondisi kuantitas yang menurun(saya rasa) apakah kualitasnyapun juga tidak bisa di jaga? luar biasa, sungguh koreksi yg sangat mendalam.

lingkungan memang sangat berpengaruh, terutama teman atau tetangga bermain bersama. saya merasa sukar sekali untuk mendekati, memang basic saya adalah mediasi alias syiar.. sya mencoba keluar dari problematik diri dan konsen dengan sekitar, namun sukar sekali rasanya untuk mulai mengenal sistem kaderisasi yang baik untuk mencetak generasi penerus yang lebih baik.

ibarat jual-beli, ada saler ada buyer..begitu juga dg dakwah, ada da'i ada objek da'i, jadi tidak hanya da'i yang hadal yang diturunkan untuk memberantas segala penyakit yang menjangkit sebuah lingkungan, namun sangat dibutuhkan adalah moralitas yang baik dan tinggi. itulah KESADARAN diri. yang lahir dari rasa PEDULI dan TANGGUNG JAWAB atas segala perilakunya...
maka dari itu walaupun saya pernah mendapat masukan dari ibu saya yang berkata, "kalau kayak gitu, ya kamu kan yang gede, ya ngalah. mang kudune wong tuo tu ngalah karo sing enom"...
beda konteks dengan perkataan ibuku, bahwasanya lingkungan keluarga memang tempat untuk berbagi segala sesuatu dengan porsi yang lebih karena merekalah yang pantas untuk tahu segalanya tentang kita. namun dalam segi pembelajaran bersama semestinya kita mampu merubah mindset 'diperhatikan' menjadi 'belajar mengerti dan memahami' karena hidup hanya sekali, dan sedikit waktu ternyata lebih mudah mengumpulkan musuh dibanding kawan karib yang mungkin saja bisa ditempuh dengan waktu yang panjang.
jadi jangalah merasa puas dengan apa yang kita berikan, namun berusahalah untuk istiqomah berbuat baik karena belum tentu apa yang dianggap baik menghasilkan yang baik. belajar untuk dewasa tidak perlu menunggu cukup umur, namun hal itu harus bisa ditanamkan dengan kemandirian yang dilakukan sejak dini di lingkungan keluarga, sehingga ketika kita berkumpul dengan kompleksnya masyarakat, kita mampu untuk memberi warna-warna indah islam dan harum ketiggian islam yang menyegarkan sehingga mampu merubah dan membangun masyarakat tanpa adanya pemaksaan yang berarti atau tanpa disadarkanpun kita mampu untuk berbagi..

elemen terkecil adalah keluarga dan majunya keluarga adalah karena tegar dan kokohnya sang ibu pelipur lara..
mari berjuang menjadi IBU teladan sepanjang masa...