Kamis, 03 Februari 2011

dia itu polos

belajar dari penglihatan selama mengajar anak-anak TPQ, hmmmm...
smoga postingan yg ta  edit dr fb bisa memberi sebuah sindiran untuk kita yang merasa dewasa untuk bisa berpikir lugas dan jujur..


semakin dewasa ternyata orang semakin banyak menerima pelajaran tentang berbohong...
baru nyadar bahwa aku semakin sering melakukan kebohongan, ntah itu untuk kebaikan atau bahkan keburukan... 

aku sadar setelah sringnya interaksi dengan anak2 yang subhanalloh,, luar biasa mereka sulit berbihong...
mereka juujur dengan apa yang ada, apa yang dia punya, apa yang dia ingin, apa yg dia rasa, dan segalanya ntah apapun yang terjadi mereka selalu berusaha JUJUR...
lantas bagaimanakh dengan kirta yang dewasa?? ato yang udah berusia di atas usia remaja??
banyak faktor yang menyebabkan itu bisa terjadi,, 

di mulai dari keluarga lingungan, makanan, dan tuntunan serta tontonan yang kadang menyebabkan kita berumur dewasa tapi akal dan nurani kita kalah dengan anak-anak di bawah umur...

disini yang aku sorotin adalah sahabat, bagaimana dialah orang terdekat setelah orang rumah kita..dialah yang menemani aktifitas kita seharian dan bisa dibilang dialah yang akan mengenalkan kita pada calon pendamping hidup kita...
makanya mulai dari sekarang boleh bergaul asal ga bercampur.. sebagaimana kata syekh Hasan Al-Banna bahwa "jadilah kita sebelum orang lain"...

kita diharapkan mempunyai pegangan kuat sebelum kita berafiliasi dengan yang lain...
jadi berpegangtegulah pada tali Alloh dan bergabunglah dengan mereka yang paham akan agama dan mampu mengaplikasikannya, serta bergaulah dengan siapa saja karena siapa tau itulah amalan yang mendekatkan kita ke syurgaNya...
banyak-banyaklah belajar dan berlakulah jujur,,

jangan terus2an bermain di panggung sandiwara...

kesejatian dari seorang hamba


anak SMA aja bisa brbicara kaya di bawah ini lho..
apalagi kita yang merasa mempunyai kebesaran dengan almamater yang kita sandang..
sebuah perenungan untuk setiap aktivitas kita dan arahan kita berikutnya..


Mukmin sejati bukan dilihat dari banyaknya ia berorganisasi,
Tapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah...
Bukan dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan,
Tapi dari keikhlasannya dalam bekerja..
Bukan dari tundukan matanya dalam berinteraksi dengan yang bukan muhrim,
Tapi bagaimana ia membentengi hatinya..
Bukan dari shalatnya yang lama,
Tapi dari kedekatan dengan Rabbnya di luar aktivitas shalatnya..
Bukan dari rutinitas dhuha dan tahajudnya,
Tapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika ia sujud..
BERBUATLAH KARENA ALLOH, AGAR YANG BERAT MENJADI RINGAN..

thanks alot for my brother...