Rabu, 30 April 2014

Sehari Puasa Internet (sabar dan penuh kehausan)

Namanya puasa ya, berarti ada banyak hal yang tidak bisa kita lakukan seperti sebelumnya yang bisa kita lakukan. Ikut kompetisi dan berbagi inspirasi tentang saat kita harus puasa atau bahkan mungkin putus hubungan dengan internet yang sangat bermanfaat untuk menghubungkan manusia dimanapun dan kapanpun kita berada tanpa adanya jeda (dengan syarat dan ketentuan jaringannya bagus ya) dan jarak kita tetap keep contact dengan semua yang kita inginkan.

Di era digital ini manusia tidak bisa lepas dari sarana-prasarana komunikasi baik digital maupun non digital untuk membantu setiap aktivitasnya menjadi efisien dan efektif. Dengan kemajuan dan keterjangkauan komunikasi via internet semua informasi dari hal yang tidak penting sampai hal yang sangat penting (sebuat sebuah hal privasi) dari seseorang bahkan sebuah lembaga dan Negara sekalipun  bisa diakses dengan mudah dan tanpa batas.

Secara bijak banyak hal bermanfaat yang bisa kita dapatkan dari internet dan di sisi lain bisa menjadi sahabat yang membahayakan kehidupan manusia. Manfaat tersebut juga dijelaskan oleh Menkominfo Bpk Tifatul Sembiring dalam sambutannya pada  acara Siaran Pers Tentang Riset Kominfo dan UNICEF Mengenai Perilaku Anak dan Remaja Dalam Menggunakan Internet beliau mengatakan :

"Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi harus dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.Teknoloqi tersebut merupakan alat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas dan maju.Internet dapat memberikan manfaat besar bagi pendidikan, penelitian, niaga, dan aspek kehidupan lainnya.Kita harus mendorong anak-anak dan remaja untuk menggunakan internet sebagai alat yang penting untuk membantu pendidikan, meningkatkan pengetahuan, dan memperluas kesempatan serta keberdayaan dalam meraih kualitas kehidupan yang lebih baik."Hal serupa juga dikemukakan oleh Angela Kearney, UNICEF Country Representative of Indonesia :"Kaum muda selalu tertarik untuk belajar hal-hal baru, namun terkadang mereka tidak menyadari resiko yang dapat ditimbulkan. Penelitian bersama beberapa mitra ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi dan memastikan bahwa ada keseimbangan resiko dan peluang.”


Kemudahan penggunaan internet membuka mata banyak masyarakat Indonesia terus memanfaatkan media ini. Hal ini disebutkan dalam sebuah artikel merdeka.com-Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 71,19 juta orang hingga akhir tahun lalu. Jumlah tersebut berarti tumbuh 13 persen dibandingkan catatan akhir 2012 yang sebanyak 63 juta orang.
Angka yang cukup luar biasa, anak-anak dan remaja saat ini mulai aktiv dan bersahabat dengan internet, namun sebuah survey menyebutkan bahwa remaja Indonesia dari kalangan pelajar  menengah pertama/atas hingga mahasiswa memanfaatkan internet lebih banyak untuk berkunjung ke jejaring social dibandingkan untuk peningkatan pengetahuan dan informasi bermanfaat lainnya. Pernah saya dapat share yang membuat saya ngakak-ngakak yang menyebutkan :
Indonesia hebat

Dari fenomena di samping memang banyak yang bisa dinikmati dari internet, mulai dari sekedar untuk lihat update facebook(fb), bbm atau display picture/profil pict(dp/pp) temen, update status fb atau mention temen di twitter atau update gambar & aktivitas di instagram dan lain-lainnya. Tak luput program berbagai kompetisi seperti tulisan yang saya buat ini, serta banyak lagi aktivitas lainnya yang bisa kita lakukan dari sisi personal sampai professional.
Dengan kemudahan dan terjangkaunya akses untuk terus online, semakin mudah kita berbagi berita dan mendapatkan berita yang kadang tidak jelas asal-usulnya, padahal berita tersebut sudah di konsumsi khalayak umum, tetapi setelah ditelusuri berita itu salah besar dan hanya menjadi sebuah pembodohan atau sebuah fitnah. Bisa kita liat contoh berita-berita ra cetho itu seperti info lowongan pekerjaan abal-abal, penipuan tentang consumer award dan berbagai ads lainnya yang menyesatkan.
Nah terkait pemalsuan dan berita ra cetho ada satu pemberitaan yang kemarin sempat saya dengar, yaitu lagu horror yang disounding sebagai karya penyanyi almarhum alda risma :

hiiiiiiii, maaf tidak bermaksud menakut-nakuti loh. Berita-berita seperti di atas tentu tak ada yang tak bermaksud, berita-berita ra cetho tersebut banyak dimunculkan dengan berbagai maksud yang lebih condong pada maksud untuk menjelek-jelekan, menjatuhkan, kriminal, dan alasan lain yang tidak bermanfaat sama sekali.
Internet memang sudah menjadi sahabat perkembangan dunia. Semua kalangan bisa menikmati perkembangan kehidupan melalui internet. Misalnya kita bisa dapatkan seperti informasi tren fashion, gadget, hijab, investasi, akses berjualan dan belanja online yang bisa kita dapatkan dari situs belanja online seperti lazada, zalora, berrybenka, doku wallet, toko bagus, berniaga, bhineka dan lain-lain. Untuk kalangan pelajar dan pendidik tak ketinggalan bisa belajar/ mencari bahan ajar online dari mbah “Google” sebagai penunjang materi pelajaran, dan dari kalangan mahasiswa juga bisa berselancar di internet untuk referensi karya ilmiah, jurnal dan akses belajar online lainnya.
Instansi pemerintahan memanfaatkan internet untuk mempermudah penyebaran informasi kepada masyarakat. Contoh web kpu.go.id yang kemarin sempat memberikan banyak info pemilu yang baru kita selesaikan untuk tahap pemilihan aleg, situs online PT KAI, situs informasi cpns dal lain-lain yang sudah mulai dikembangkan. Tetapi sangat disayangkan karena situs pemerintahan tersebut belum bisa bekerja maksimal dan sering membuat masyarakat berkeluh kesah dengan pelayanan yang “tidak prima”. Kalau dari kalangan lain seperti wirausaha tidak ketinggalan bisa digunakan untuk memasifkan akses online untuk terus keep in touch dengan pelanggan, relasi, supplier bahkan dengan pesaingnya. Selain kalangan pengusaha, internet bisa digunakan sebagai mesin pencari uang tambahan, misal dengan meneruskan produk/jasa orang lain (reseller), dan banyak kesempatan pekerjaan sampingan lainnya yang bisa dinikmati banyak orang dengan berbagai latar belakang tak terbatas. Jadi internet juga bias dmanfaatkan sebagai mesin pencetak rupiah.J
Dari berbagai kepentingan di atas sorotan berikutnya adalah tren gaya hidup bahkan pola pikir yang bisa kita rasakan atmosfir kebanyakan masyarakat kini hidup dalam kamuflase tak lain karena beragamnya informasi yang diserap. Salahsatunya bisa kita liat dalam iklim politik Indonesia yang banyak terpengaruh konspirasi, sosmed terselubung dan intervensi dari berbagai pihak yang saling menonjolkan kepentingannya masing-masing(menurut saya) dan untuk masalah ini saya tidak akan deskripsikan lebih detail khawatir  mengundang sara J, haaaa salam damai.
Banyak sekali manfaat internet, namun ibarat 2 sisi mata uang internet juga mengandung banyak nilai negatif. Selain banyaknya situs abal-abal yang memberitakan sesuatu tanpa sumber yang jelas atau bacaan ra cetho, kemudian banyaknya juga situs porno, situs kekerasan, bahkan iklan yang selalu otomatis muncul walau tidak ada hubungannya sama sekali dengan konten terkait yang menurut saya mengganggu mata pengunjung web. But, the main factor are user attitude, sebagai pengguna apakah kita sudah menjadi pengguna internet yang baik atau malah sebaliknya? Jadi, internet pada dasarnya adalah sarana yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan bijak.
Nah kalau disuruh puasa sehari tanpa internet, bagaimana? Sebenarnya hidup tanpa internet tidak menjadi masalah, toh kita masih bernafas jantung masih berdenyut. Tetapi ruang gerak manusia akan terbatas karena akses tanpa batas tidak bisa kita nikmati. Bahkan untuk beberapa orang yang memang bekerja dengan internet seperti online shoper yang memang bekerja dengan akses internet, wirausahawan/wati, individu, instansi atau perusahaan yang bekerja secara online maka sehari tersebut ibarat menjadi orang lumpuh. Banyak hal yang ingin dilakukan tapi tiada daya, banyak kerjaan tertunda, janji tertunda, cash flow tertunda, layanan pelanggan yang tidak karuan dan artinya banyak rupiah terbuang.
Sehari tanpa internet itu bagai sego kucing tanpa karet, AMBYAR hidup online
Kemudian untuk kalangan surfer jejaring sosial tentunya menjadi masa sulit karena tidak bisa eksis untuk sekedar update status, update display picture, update recent location, update news dan update lainnya yang bikin harinya boring dan boring. Selain tidak bias eksis, sehari tanpa internet merupakan masa sulit untuk tetap uptodate. Bagi saya yang kadang keranjingan internet, saat harus putus sementara dengan internet malah saya bisa menikmati hidup tanpa tuntutan fokus dengan layar gadget, laptop maupun pc kerja. Hidup terasa lebih santai, walau pikiran jadi haus karena banyak hal yang harus saya lewatkan L, tapi internet tetap akan bisa saya nikmati di hari berikutnya, jadi tidak perlu khawatir ketinggalan updatean sebelumnya J
Seiring terjangkaunya media berkomunikasi dan dikembangkannya jaringan Long Term Evolution atau setara dengan 4G oleh kominfo, masyarakat diharapkan bisa lebih dekat dan bersahabat dengan internet. Menjadi masyarakat yang terbuka dan cerdas untuk menjadi salahsatu peserta perkembangan dunia nyata dan dunia maya. Namun kesenjangan kesejahteraan yang tidak merata, membuat banyak masyarakat Indonesia belum merasakan nikmatnya berselancar di dunia maya tersebut.
Telkomsel sebagai salahsatu provider dengan jangkaun terluas di nusantara, meluncurkan program inovatif “Indonesia genggam internet”.

Program yang menunjukkan dedikasi telkomsel dalam ikut serta membangun kesejahteraan masyarakat. Membantu pemerintah mendekatkan internet ke berbagai lapisan masyarakat, membantu masyarakat menemukan sahabat berjelajah yang dapat mengantarkannya pada dunia luar yang luas tanpa batas. Program ini cukup menambah semangat saya untuk bisa berbagi dengan keluarga terdekat tentang penting dan manfaat internet. Semangat  menjadi agen pemberantas buta internet di Indonesia, karena semua orang wajib cerdas dan bijak dengan internet sehat. Untuk lebih lengkapnya ayo kunjungi (http://telkomsel.com/genggam-internet).
Selamat berselancar di dunia maya, semoga bermanfaat J


Minggu, 02 Februari 2014

Antara Kerudung, Jilbab, Hijab, Burqa, Khimar dan Niqab

  
Melihat gambar di atas, mengingatkan saya dengan maraknya hijaber-hijaber dengan coraknya masing-masing. Dan saya sedikit teringat dengan perjalanan hidup saya untuk menutup aurat. Hampir sebulan terakhir saya mengingat-ingat hal tersebut karena ternyata pengetahuan saya terkait kain penutup aurat tidak serta merta saya dapatkan ilmunya secara langsung namun penuh perjalanan, pelajaran dan dinamika setiap fasenya sampai akhirnya pada fase saat ini, yakni saya masih belajar mengenakan kain/selendang penutup aurat sebatas yang namanya khimar.

Saya kecil hanya mengenal kerudung dan jilbab karena hanya 2 kata itulah yang ibu saya kabarkan dan peringatkan kepada saya. Dan pengetahuan saya waktu itupun ternyata belum seutuhnya benar karena yang saya tahu waktu kecil kerudung adalah kain penutup aurat dari kaos/jersey atau orang-orang akrab dengan bergo dan dulu saya artikan jilbab yakni kain/ penutup aurat yang modelnya dari kain berbentuk segi empat atau bentuk lainnya(non jersey) namun harus menggunakan bantuan peniti/jarum pentul untuk mengenakannya. Apapun bentuknya(mau size XS sampai XXL) saya selalu mengartikan bahwa itu semua adalah alat untuk menutup aurat dan semua itu ternyata masih belum seutuhnya benar karena pakaian yang saya kenakanpun waktu itu hanya sebatas pakaian yang longgar dan masih menyerupai pakaian lelaki(celana komprang).

Dari fenomena melejitnya style2 di dunia jilbab yang kemudian melahirkan hijaber kenamaan di negeri ini, terlebih saya sedikit terusik dengan pendapat teman yang menyebutkan nama salah seorang stylish hijaber kenamaan yang menyatakan bahwa dakwah itu bisa dilakukan seperti "si X". Namun dari pernyataan teman saya tersebut menimbulkan berbagai macam pertanyaan dalam benak saya, apa iya hijaber seperti itu efektif untuk dakwah? Apakah style hijaber sesuai dengan syar'i? melihat banyaknya buku dan fashion show hijaber serta wajah hijaber di berbagai media untuk memamerkan kreasi mereka yang tentunya dengan dandanan yang bagi saya sulit untuk saya ikuti, hal ini terus mengganggu pikiran saya dan membuat keinginan saya semakin tinggi untuk mencari tahu  arti/ makna sesungguhnya dari berbagai macam istilah penutup aurat, manakah istilah yang mungkin lebih sesuai/mendekati kain penutup aurat yang sesuai dengan syar'iat. 

Setelah saya coba browse dan tanya tentang apa si makna sebenarnya dari kain penutup aurat tersebut? Berikut beberapa penjelasan terkait beberapa ulasan arti mengenai penutup aurat.

Dalam Al Quran, disebutkan tentang kewajiban manusia meutupi auratnya baik itu wanita dan laki-laki dan berikut ayat yang menyebutkan wajibnya seorang wanita menutup auratnya. Disebutkan dalam 

  • #Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 59 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw
  • Ada waktu mereka meminta suatu brg pd istri Nabi Saw utk memintanya dari balik hijab. Jadi, #Hijab berarti umum, bisa berupa tirai pembatas,dll
  • Sehingga memang terkadang kata #Hijab dimaksudkn utk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adl sesuatu yg mnutupi atau menghalangi dirinya
  • #Hijab biasa juga digunakan sebagai pembatas interaksi saat sedang syuro. Pernah lihat ada yg rapat dgn menggunakan #Hijab? :’)
  • #Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. :’)
  • Dlm hal ini Syaikh Al Bani rahimahullah mgatakan, “Setiap #Jilbab adalah #Hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yg tampak.”
  • lanjut ke #Jilbab. Hal ini tertuang dlm perintah Allah > Al-Ahzab ayat 59 “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke sluruh tubuh mereka…”
  • Secara terminologi, dalam kamus yang dianggap standar dalam Bahasa Arab, akan kita dapati pengertian #jilbab seperti berikut :
  • “ #Jilbab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya.”
  • Dapat kita ambil kesimpulan bahwa #jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh :’)
  • Sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: “Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh.” Kecuali Wajah dan telapak tangan :’)
  • Adapun #jilbab dalam surat Al-Ahzab (33) : 59, sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.
  • Sudah terlihat jelas Shalihat, perbedaan antara #Hijab dan #Jilbab? Maka kembalikan pada kata asalnya dlm Al-Ahzab : 59. Berjilbablah :’)
  • Kemudian #Khimar, ini yg biasa disebut dgn #Kerudung. Perintah Khimar terdapat dalam QS An-Nur ayat 31. Buka yuk :’)
  • #Khimar atau kerudung adalah apa yang dapat menutupi kepala, leher dan dada tanpa menutupi muka (Al-Baghdadiy, 1991)
  • Jadi jelas perbedaan antara #Hijab#Jilbab & #Khimar / #kerudung.. yg masih belum longgar & menutup seluruhnya brarti baru berkhimar :’)
  • Karna #Jilbab tak sekedar penutup kepala hingga menutupi dada, ia melindungi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan :’)

Mungkin itu dulu nukilan-nukilan yang harus kita recheck teman ukhti & girls semuanya. Semoga bisa menmabah khasanah kita untuk bisa menyempurnakan kain penutup aurat kita dan menunjukkan ketaqwaan kita dengan total. Semoga sharing tentang #Hijab#Jilbab#Khimar & #Kerudung bermanfaat. Tentunya yang benar dari Allah, yang salah dari saya :) 
Syukron katsiron

Senin, 24 Juni 2013

give and take

         Tarik ulur antara apa yang terjadi dalam hidup manusia, sangat erat sekali dengan usaha atau eksekusi  manusia tersebut. kalau ada yang mengatakan bahwa semua tergantung amal dan perbuatannya, itu memang ada benarnya juga walaupun hak preogative Allah atas takdir hambaNya jauh lebih besar, namun perlu di ingat bahwa Allah sekali lagi memliki sifat maha pengasih, maha penyayang, dan maha melihat. Allah tidak akan tinggal diam melihat usaha yang sudah kita lakukan, dan Allah maha pemurah dengan segala yang Ia miliki, jadi bagi manusia tidak perlu khawatir dengan hak preogative yang Allah miliki baik itu untuk suatu hal/ takdir yang sudah ditetapkan sekalipun.
         Berbicara takdir memang tidak ada habisnya. Yang perlu di garis bawahi adalah bagaimana manusia itu mengusahakan/ ikhtiar untuk perubahan yang ada pada dirinya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar Radu : 11 ... “Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” .
         Terkait dengan takdir / ketetapan / qadha n qadar Allah SWT, saya ambil nukilan ayat Allah dari tulisannya blog tetangga yang menyatakan tentang pengaruh mutlaknya (ketetapan Allah), dan bahwa setiap peristiwa alami pasti telah didahului oleh Kehendak Ilahi dan bahwa hal itu telah tersurat sebelumnya dalam suatu “kitab yang nyata” ( lauh Mahfudz )
Misalnya :
“ Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [ Al Hadid : 22 ]

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [ Al An'am : 59 ]

“Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.” Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.”
[ Ali Imron : 154]

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu
[ Al Hijr : 21]

”Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
[ At Tholaq :3]

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut (qadar) ukuran”
[ Al Qomar :49]

“Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
[ Ibrahim : 4 ]

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
[ Ali Imron :26]

Sedangkan contoh ayat-ayat yang menunjukkan bahwa manusia memiliki kebebasan dalam perbuatannya, mampu mempengaruhi masa depan dan nasibnya dan dapat pula mengubahnya selain dari ayat 11 QS Ar Radu yg cukup terkenal tersebut adalah sebagai berikut:

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian
kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.”
[ An Nahl :112 ]

“dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”
[ Al 'Ankabuut :40]

“dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya”
[ Fushshilat:46]

“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”
[ Al Insan :3]

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.”
[ Al Kahfi :29]

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”
[ Ar Ruum :41]

Itulah dalil dalil ayat Al Qur'an yang menerangkan hakikat takdir dan nasib, smoga dapat kita fikirkan makna maknanya lalu kita temukan mutiara mutiara hikmah yg terkandung di dalamnya.
    
       Jadi selain kemutlakan yang kita dapatkan dari Allah atas diri kita, masih banyak kesempatan untuk kita memperoleh apa yang kita harap atau dambakan tanpa berpusing atau putus asa atas apa yang kita lakukan terkait dengan ketetapan yang telah Allah buat. Tidak perlu takut dengan masa depan yang memang menjadi  rahasia besar setiap insan, yang perlu di garis bawahi adalah live must go on, we must prepare d'best for get somethings better than we've estimated. Apapun hasilnya perlu di ingat bahwa Allah menjawab doa-doa kita, memberikan atas ikhtiar kita dalam 3 cara :
1. Bila ALLAH mengatakan YA;
maka kita akan MENDAPATKAN APA YG KITA MINTA.
2. Bila ALLAH mengatakan TIDAK;
maka kita akan MENDAPATKAN YG LEBIH BAIK.

3. Bila ALLAH mengatakan TUNGGU;
maka kita akan MENDAPATKAN YG TERBAIK SESUAI DGN KEHENDAK-NYA.



         Sekuat apapun  usaha kita, sebanyak apapun pengorbanan kita, kalau memang belum waktunya, nikmatillah karena di saat itulah kita sedang di latih Allah SWT untuk lebih mengenal siapa kita dan menikmati hidup dengan nikmatnya sabar dan sukur. Always move on, GIVE d BEST and TAKE d BEST.

ALLAH SWT TIDAK PERNAH TERLAMBAT,
DIA JUGA TIDAK TERGESA-GESA,
DIA SELALU TEPAT WAKTU!

   
        Wallohu'alam bi showab,,semoga tulisan ini bisa menjadi benteng saya untuk istiqomah, sabar dan syukur dengan ketetapan-ketetapan Allah dan begitupun untuk kawan-kawan semua,  امين يا رب العا لمين...
       

Kamis, 09 Mei 2013

may day vs outsourcing

Tepat satu hari setelah may day, ndak sengaja duduk sebelahan dengan mae/may/nama lengkapnya maemunah. Berawal dari pertanyaan ringan tentang kapan dia mulai gabung dengan smartfren? Tinggal dimana? Lulusan apa? Dan ternyata setelah ngobrol cukup jauh mae berasal dari satu daerah juga Cilacap yakni tetanggaan kecamatan. Ngobrol cukup lama akhirnya cerita nasib kita yang sama-sama masih berada di bawah vendor.
A: ‘Saya dari vendor X, gaji pertama lumayan may, kamu gimana?’
M : ‘lumayan si nggi, tapi gaji berikutnya masa g turun2 -_- hufftt’
A : ‘yang bener may?emang vendormu apaan?’
M : ‘JKM’
Mbatin ki jeneng vendor apa jeneng pemutih wajah, haaa
Padahal baru may day, malahan ni ada cerita lama di perusahaan yang cukup mapan.
Cerita tentang outsourching mang ga ada matinya. Dari zaman baheula hideung masalah ini mah sudah jadi benalu sistem tenaga kerja. Pertama, sejarah mencatat outsourcing telah ada sejak zaman Yunani dan Romawi. Pada zaman tersebut, akibat kekurangan dan kemampuan pasukan dan tidak terkendalinya ahli-ahli bangunan, bangsa Yunani dan Romawi menyewa prajurit asing untuk berperang dan para ahli-ahli bangunan untuk membangun kota dan istana.
Sejalan dengan revolusi industri di Eropa, maka perusahaan-perusahaan berusaha untuk menemukan terobosan-terobosan baru dalam memenangkan persaingan. Pada tahap ini untuk mengerjakan sesuatu tidak cukup untuk menang secara kompetitif, melainkan harus disertai dengan kesanggupan untuk menciptakan produk paling bermutu dengan biaya terendah.
Sebelum Perang Dunia II, Kerajaan Inggris merekrut serdadu Gurkha yang terkenal dengan keberaniannya. Saat Perang Dunia II berlangsung, 1945-1950, Amerika Serikat adalah negara yang paling banyak menerapkan outsourcing untuk keperluan perang. Praktik outsourcing kemudian berkembang luas di perusahaan multinasional sejalan dengan perlunya mereka beroperasi secara efisien dan fokus terhadap bisnis mereka. Perancis kini merupakan negara yang paling berkembang dalam menerapkan outsourcing.
Dikarenakan adanya pasar global dan godaan tenaga kerja murah, dunia industri manufaktur mengalami peningkatan tenaga kerja pada dekade 1980-an. Pada tahun-tahun berikutnya, praktek outsourcing didorong oleh satu dari sepuluh butir kesepakatan dalam Washington Consensus yang mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja harus bersifat fleksibel sebagai sebuah syarat investasi.
Sejarah kedua adalah di Zaman Belanda, di Indonesia Sendiri perkembangan outsourcing dibagi ke dalam dua masa, yaitu zaman pra-kemerdekaan dan masa pasca kemerdekaan. Pada masa pra-kemerdekaan (penjajahan) dikenal danya Deli Planters Vereeniging. Pada masa ini, outsourcing diperkenalkan seiring maraknya sistem tanam paksa (monokultur) seperti tebu, kopi, tembakau, sekitar tahun 1879. pemerintah kolonial Hindia Belanda membuat program besar-besaran dalam upaya menghasilkan barang-barang devisa di pasar internasional. Salah satu upayanya adalah membuka investasi di sektor perkebunan di daerah Deli Serdang. Kebijakan itu diatur oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda dalam peraturan No. 138 tentang Koeli Ordonantie. Peraturan tersebut kemudian direvisi
lagi dengan dikeluarkannya surat keputusan Gubernur Jendral Pemerintah Hindia Belanda Nomor 78.
Peraturan tersebut dikeluarkan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif seraya membuka lapangan kerja bagi para penganggur yang miskin. Regulasi ini kemudian mampu mendorong laju investasi sektor perkebunan tembakau di Deli sesuai regulasi yang sudah dikeluarkan yang mengatur tentang ketentuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (koeli) perkebunan maka pada tahun 1879 dibentuklah organisasi yang diberi nama Deli Planters Vereeniging. Organisasi tersebut bertugas untuk mengordinasikan perekrutan tenaga kerja yang murah. Selanjutnya, Deli Planters Vereeniging ini membuat kontrak dengan sejumlah biro pencari tenaga kerja untuk mendatangkan buruh-buruh murah secara besar-besaran terutama dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Deli Planters Vereeniging bekerjasama dengan para Lurah, para Kepala Desa, para calo tenaga kerja, untuk mengangkut kaum Bumiputra meninggalkan kampung halamannya menuju tanah perkebunan. Mereka kemudian diangkut ke Batavia, dan di Batavia mereka wajib menandatangani perjanjian kontrak yang saat itu disebut sebagai Koeli Ordonantie. Orang jawa saat itu tepat untuk melakukan pekerjaan tersebut, karena sifat yang mudah mengalah dan mudah diajak kompromi. Pada zaman ini, konon justru si pelaksana lebih berkuasa dari pada si pemilik investasi.
Setelah tiba di perkebunan (onderneming), para kuli orang Jawa tersebut dipekerjakan di bawah pengawasan mandor yang bertanggung jawab atas disiplin kerja. Para mandor ini mendapatkan upah sebesar 7,5% dari hasil kelompok upah para kuli yang dipimpinnya. Pada umumnya, para pemilik perkebunan menerapkan suatu bentuk organisasi dengan hirarki dimana kinerja para mandor ini diawasi oleh mandor kepala, dan selanjutnya para mandor kepala ini diawasi oleh asisten pengawas. Para asisten pengawas ini bertanggungjawab kepada administratur perkebunan. Selanjutnya, para administratur bertanggungjawab kepada tuan juragannya, yaitu para investor yang memiliki perkebunan itu.
Pada masa itu, yang paling berpengaruh dan paling berkuasa atas para kuli adalah para atasan langsungnya yaitu para mandor dan mandor kepala. Mereka ini yang paling sering melakukan pemerasan terhadap para koeli. Pemerasan yang dialami oleh para kuli bukan hanya dari pemerasan langsung yang dilakukan oleh mandor dan mandor kepalanya saja.
Selain di perkebunan, pada masa pendudukan Belanda sekitar Abad XIX, sistem outsourcing juga sudah dikenal dalam kehidupan buruh pelabuhan di Tanjung Priok. Menurut penelitian yang dilakukan Razif, aktivis Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI), para buruh Pelabuhan Tanjung Priok direkrut oleh kelompok buruh yang disebut sebagai animer. Oleh para animer, tenaga kerja itu biasanya didatangkan dari Jawa Barat. Secara getok-tular, dari mulut ke mulut, kaum muda di perkampungan Lebak, Banten, Cianjur, mereka berbondong-bondong menjual tenaganya. Di kampungnya, produksi pertanian tidak lebih menjanjikan dibanding migrasi ke Tanjung Priok dimana bisa memperoleh uang dari upah memburuh.

Outsourcing Masa Kemerdekaan
Sebelum diundangkannya Undang-Undang No 13 Tahun 2003, outsourcing diatur dalam KUH Perdata Pasal 1601 b. Pasal tersebut mengatur bahwa pemborongan suatu pekerjaan adalah kesepakatan dua belah pihak yang saling mengikatkan diri, untuk menyerahkan suatu pekerjaan kepada pihak yang saling mengikatkan diri, untuk menyerahkan suatu pekerjaan kepada pihak lain dan pihak lainnya membayarkan sejumlah harga. Tetapi pengaturan dalam KUH Perdata masih belum lengkap karena belum diatur terkait pekerjaan yang dapat dioutsourcingkan, tanggung jawab perusahaan pengguna dan penyedia tenaga kerja outsourcing dan jenis perusahaan yang dapat menyediakan tenaga kerja outsourcing.
Sedangkan setelah UU No 13/2003, berdasarkan hasil penelitian PPM (Riset Manajemen: 2008) terhadap 44 perusahaan dari berbagai industri terdapat lebih dari 50% perusahaan di Indonesia menggunakan tenaga outsourcing, yaitu sebesar 73%. Sedangkan sebanyak 27%-nya tidak menggunakan tenaga outsourcing dalam operasional di perusahaannya. Hal ini menunjukkan perkembangan outsourcing di Indonesia begitu pesat perkembangan outsourcing ini didorong dengan adanya  Undang-Undang tentang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003, dalam Undang-Undang tersebut tersebut, kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan produksi disuplai oleh perusahaan penyalur tenaga kerja (outsourcing). Di satu sisi tenaga kerja (buruh) harus tunduk dengan perusahaan penyalur, di sisi lain harus tunduk juga pada perusahaan tempat ia bekerja. Kesepakatan mengenai upah ditentukan perusahaan penyalur dan buruh tidak bisa menuntut pada perusahaan tempat ia bekerja.
Sementara itu, di perusahaan tempat ia bekerja, harus mengikuti ketentuan jam kerja, target produksi, peraturan bekerja, dan lain-lain. Setelah mematuhi proses itu, baru ia bisa mendapat upah dari perusahaan penyalur. Hubungan sebab akibat antara bekerja dan mendapatkan hasil yang dialami buruh tidak lagi mempunyai hubungan secara langsung. Bila tanpa lembaga penyalur, buruh memperoleh upah dari perusahaan tempat ia bekerja sebagai majikan, kini harus menunggu perusahaan tempat ia bekerja membayar management fee kepada perusahaan penyalur sebagai majikan kedua, baru ia memperoleh kucuran upah.
Selain hal di atas, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenaga kerjaan jelas diatur bahwa adanya perusahaan penyedia tenaga kerja outsourcing, yang berbentuk badan hukum, dan bertanggung jawab atas hak-hak tenaga kerja. Selain itu, diatur juga bahwa hanya pekerjaan penunjang saja yang dapat di outsourcingkan.
Lantas dimanakah kemerdekaan pekerja berada? Sampai kiamatpun klo sistem masih belum bisa berbenah sampai ke akarpun ga bakal ada ujungnya.

dinakertransjatim.org.id

Senin, 01 April 2013

pekan 5

Pertemuan pekan ke-5.

Alhamdulillah setelah 4x pertemuan, kami selalu kekurangan 1 personel, akhirnya kami brsua bersama, lengkap dalam sebuah aktivitas rutin.
aktivitas yg mengiringi libur akhr pekan yg lumyn panjang, sebelum saya berkemas meninggalkan zona nyaman yg sdh saya dapatkan. dimulai dengan bismillah, doa, shalawat, tilawah dst, suasana yg tentunya senantiasa ku rindukan dan sudah saatnya ini menjadi kebutuhan, bukan sekedar kewajiban seorang yang meyakini indahnya kebersamaan dalam hidup berjamaah. di awali dengan kultum mengenai hadist ke-4 yang bercerita mengenai penciptaan manusia, takdir yang tertulis atasnya (cocok banget buta teh ine yang sedang memasuki masa 6 bulan kehadiran calon buah hatinya).
Kemudian ada sdkit penyampain lanjutan mengenai kewajiban manusia atas loyalitasnya terhadap tuhan-Nya dari mba iin. cukup membuka wawasan karena lagi-lagi materi ini muncul dan lagi-lagi materi ini tetap menggugah dan membuat kami bangkit untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik dalam menjalankan kehidupan kami di jalan-Nya serta memnjadi makhluk sosial yang mampu hidup berdampingan dengan lebih hangat. banyak cerita yang di torehkan, dan satu pesan yang cukup mba iin tekankan adalah banyak pihak yang terus ingin menggerus dakwah ini, mereka terus mencari celah kekurangan aktivitas dakwah ini dan mba iin berpesan, agar kami tetap tenang, nahkan tutup kuping rapat2, buka mata n pikiran di bulan2 berikutnya, karena kedepan akan semakin banyak konspirasi yang dilakukan 'mereka' untuk semakin menciutkan nama dakwah ini di hati orang banyak, yakni dengan berbagai pemberitaan yang sudah mereka siapkan.(mereka ingin mencari tahu, dari mana si kekayaan dakwah kami?hmmmm, kami berjuang bersama, mengumpulkan harta bersama untuk kemenangan dakwah yang kami usung, bukan sprti mereka yg bersama-sama mencari keuntungan bersama ga peduli rayatnya kecolongan yang penting mereka g kurang atw rugi.luar biasa kalau mereka tahu perjuangan n pengorbanan kami, harusnya kenalan dulu jangan asal menjudge gtu...dasar irian aja c mereka liat kemenangan kami. bukannya introspeksi diri malah cari-cari kesalahan orang lain).
dan mba iin pun meyakinkan kami bahwa,,sebaik apapun makar manusia, namun makar Allahlah yang paling baik dan akan mengalahkan makar2 manusia.

sharing session yang cukup saya nikmati, tersenyum bersama, tertawa bersama, ngudap bareng-bareng, pertemuan kali ini benar-benar saya rasakan hangat sekali ya Rabb, entah ini yang terakhir untuk saya dengan mereka atau mungkin akan menjadi pembakar semangat awalan episode kehidupan saya berikutnya yang saya belum  bisa meraba akan seperti apa? dan saya berharap pekan depan bisa berkumpul lebih hangat dari pertemuan ini.

session terakhir, ya curhat rame-rame.
dari mba wina yang lagi memulai memikirkan kehidupannya yang merasa kurang mendapat kehangatan hidup bersosial. 'kalo buat aku n suami c enak-enak aja, tapi kasihan buat kak nayla, dia gda temen seumuran'. entah kenapa Allah memberikan aku kesempatan untuk menikmati zona nyaman, namun kita kan g slalu brada d zona nyaman, dan pasti selalu harus bisa keluar dari zona nyaman karena hidup lebih hidup karena tantangan bukan kenyamanan, Allahpun kdang mengusir perlahan untuk keluar dari zona nyaman utk lbh mengnal sosialita nyata.  mba wina yg mulai memikirkan kehidupan putrinya, rumah masa depannya, aktivitas beliau kedepannya. itulah hidup, luar biasa untuk dijalani yang tidak sekedar ala kadarnya.

giliran kedua adalah ade. alhamdulillah kerjaan lancar n smoga ade g kyk mba wina yg disuruh Allah untuk berhijrah, karena lo Ade hijrah y harus pindah k surabaya atw medan.hee
Ade sedang merasa dicuekin oleh dosbingnya. 'ade g tau bisa april apa ngga? dari kemarin dosennya susah d hubungi, tulisan ade g prnah d cek, g tau deh mungkin mw ade garap dulu aja skripsinya. dosennya gbsa d telp n sms, pngennya d tungguin aja seketemunya.' di doain aja de dosennya, celetuk mba ine. wah itu pengalaman mba ine y? tanya ade... smw tertawa n mba ine pun mengiyakan, dan itulah kekuaan doa yang bisa mengalahkan semua dimensi sisi ghaib yang kita tidak bisa menjangkaunya. semua ngledek, semoga segera kelar kuliahnya biar segera bsa melanjutkan ke urusan selanjutnya,heee (pangeran yang d nanti2 smga sgra datang mksdnya.hihiiii, ade jadi tersipu malu)

selanjutnya giliran aku. ak lagi siap2 pindhn liburan ini. lha gmn d stasiun tv itu? sela mb iin. karena belum ada kbar selanjutnya ak putusn pindahan/transit k tempat mbak dulu mba iin, karena kedepannya aktvtsku bnyk d bsd. jadi mau g mau ak harus keluar dari zona nyaman ini n segera merapat dengan sanak keluarga dulu. saya c msh berharap ttp bisa kumpul dsini, namun jam kerja d bsd memang g memungkinkan(ngelus dada). saya berharap bsa ttp stay dsini, semua pun berharap bgitu. minggu dpan msh kumpul2 ma kita kn?(mba iin) insyaAllah mbam :)
semua mendoakan semoga Allah tunjukkan n mudahkan utk mndapat yang terbaik untuk aktvts agy,aamiin...

giliran teh ine yg terakhir,, sdh 4 pekan bliau g ikut mrasakan kehangatan ini. teh ine merasa lagi lemes n males,,(semua  tertawa). nikmatnya mengandung sedang bliau rasakan, dari lemes karena gbsa makan, males karena bawaannya sutet trus, kerja jga jadinya MagabuT, rumah g keurus, suamipun  kadang jadi sasaran kemalesannya. sampai ibunya berpesan 'banyak2 istighfar ne.'luar biasa proses penciptaan seorang anak manusia, seorang ibu dengan berbagai tipe masa2 awal kehamilannya, ada yang lemes n males kyk mba ine, ad jga yg ngebo kayak mba wina yang bsa motoran sndiri d 4 bulan kehamilannya, ada yang pusing2, ada yang kolokan ma suami, ada juga yg hrus smpe rawat inap di RS. setiap orang dpt rizqinya masing2 n yg terpenting adalah bahwa itulah perjuangan seorang ibu yang patut kita acungi jempol n kita balas dengan kepatuhan n kesholehan kita.

episode yang luar biasa yang memberikan saya pencerahan n semangat bahwa jalan hidup saya masih panjang untuk sekedar saya habiskan dlm aktvts standar.
dan sya msh brharap bsa stay brsama zona nyaman yg sudah saya raih saat ini. brsama mereka yg mengispirasi, memotivasi, b'pngalaman, n mampu untuk jadi teman berbagi.
5 pekan brsama, waktu yg tak sdikit ya Rabb...

Sabtu, 23 Maret 2013

cinta dari sang pengukir sejarah

love is somethings that intangible...
anak2 sekrng pada seneng banget lagu cinta, apalgi pengulngan cinta yg tiada henti dalam setiap liriknya dg nada memelas, mrayu (lebay bin alay),,hooo ^.^  piss

boleh di rasakan, boleh di ungkapkan, boleh dilampiaskan asal jangan berlebih. tentunya pada orang yang bersahabat n waktu yang tepat.
tak perlu di ungkapkan dengan aku cin*a kamu, itumah gombal gombel omongane pating srendel,komitmen serius aja blum punya,,hee

sekali lagi,cinta itu g ada tapi bsa dirasakan jadi alangkah bijaknya jika cinta di artikan dalam makna yg lebih dari sekedar kata meyakinkan namun kesabaran yang menenangkan dan keyakinan bahwa Allah akan membalas cinta kita dengan sesuatu yang indah.

seperti band kenamaan negeri ini NO*H,, slama saya mendengarkan lagu2nya belum pernah saya mendengar kata sayang n cinta,, mereka memang mungkin benar-benar lahir untuk melukiskan sejarah di dunia musik. karena bukan hanya saya saja yang cukup nyaman mendengar lagunya yang romantis namun vtak kayaka gombalan, tapi kebanyakan yang lain mau laki atau perempuan, rasanya gampang aja masuk ke genre musiknya NO*H.
ya itulah cinta sekali lagi tak perlu di ucapkan secara lebay dan alay, namun wujudkan dalam aktivitas kita dengan kesabaran n keyakinan bahwa cinta yg kita bangun adalah sebuah hal yang suci yang akan Allah balas dengan cinta yang lebih indah....aamiiin.............

Jumat, 22 Maret 2013

99 cahaya di langit Eropa

         Ga ada kata terlambat untuk berkarya. termasuk untuk membaca. Tidak semata mengejar value added dari buku ini, tapi saya akan sensasi lebih ketika saya mampu mendokumentasikan apa yang telah saya baca apalagi bisa membagikan informasinya kepada teman-teman yang lainnya. Pertama liat buku ini, saya perhatikan covernya yang temen-temen bisa lihat di bawah, dimana ada berbagai tempat-tempat suci berbagai agaman dan kepercayaan yang tersebar d Eropa. Sedikit menggambarkan pluralitas kehidupan di negeri yang notabene sebagian besar penduduknya adalah non-Muslim.


           Membaca judulnya saja sudah terbersit bahwa penulis (mba Hanum dan mas Rangga) ingin menyampaikan tentang sebuah sinar sempurna yang pernah ada di benua Eropa kala itu. Sebuah karya yang menggugah seorang muslim bahwasanya kepercayaannya itu tidak seburuk apa yang sedang di boomingkan banyak pihak yang fobi islam.
          Dari buku ini banyak pelajaran yang bisa diambil, bahwa kebudayaan, teknologi dan agama tidak bisa dipisahkan dan harus saling berdampingan untuk mengarahkan manusia ke kehidupan yang lebih baik.
Dari napak tilas yang dilakoni penulis, membuka wawasan kepada pembaca bahwa dari pengalaman sejarah dan peradaban manusia, yang lebih penting bagi umat islam sekarang ini tidak lagi menyibukkan dalam pembahasan keunggulan yang telah dicapai umat masa lampau atau memperdebatkannya, namun bagaimana umat islam kembali unggul dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kembali terdepan dan menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan dan peradaban dunia, atas prestasi nyata yang ditunjukkannya.
         Perjalanan penulis di negeri minoritas muslim, ternyata membuatnya kaya atas dimensi spiritual, yakni untuk mengenal islam dengan gaya dan cara yang berbeda. Eropa tidak sekedar dengan menara Eiffel, Tembok Berlin, Konser MOzart, Stadion sepak bola San Siro, Colosseum Roma, atau gondola-gondola di Venezia. Namun banyak tempat ziarah yang bagus yang akhirnya menghantarkan penulis pada kecintaanya dengan agamanya 'islam'.
         Eropa dan islam pernah menjadi pasangan yangs serasi. Harmonisasi itu tampak pada gagahnya katedral Mezquita Cordoba, cantiknya Istana Al-Hambra Granada atau Hagia Sophia Istanbul. Tidak banyak yang tahu bahwa luas teritori kekhalifahan Umayyah hampir 2x lebih besar dari wilayah kekaisaran Roma di bawahJulius Caesar. Tidak banyak yang tahu pula bahwa peradaban Islam-lah yang memperkenalkan Eropa pada Aristoteles, Plato, Socrates, serta akhirnya meniupkan angin renaissance bagi kemajuan Eropa saat ini.
        Cordoba, ibu kota kekhalifahan Islam di Spanyol, pernah menjadi pusat peradaban pengetahuan dunia, yang membuat paris dan London beriri hati. Islam pertama kali masuk ke Spanyol membawa kedamaian dan kemajuan peradaban, jauh sebelum dan lebih lama daripada Indonesia mengenal Islam. Lantas kenapa saat ini cahaya itu mulai meredup dari bumi Eropa?
        Umat Islam terdahulu adalah traveler yang tangguh. Jauh sebelum Vasco de Gama menemukan Semenanjung Harapan atau Colombus menemukan benua Ameriak, musafir-musafir Islam telah menyebrangi 3 samudera hingga Indonesia berkelana jauh sampai ujung negeri China, menembus Himalaya dan Padang Pasir Gobi.
         Perjalanan ini membuka mata penulis bahwa Islam dulu pernah menjadi sumber cahaya kesempurnaan ketika Eropa diliputi abad kegelapan. Islam pernah bersinar sebagai peradaban paling maju di dunia, ketika dakwah bisa bersatu dengan pengetahuan, kebudayaan dan kedamaian.